Wednesday, October 14, 2015
Cara “Menelepon” Wali
Oleh : Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz
Al Habib Ahmad ibn Hasan al Atthas berkata, “Sepatutnya seseorang memiliki tali hubungan dengan orang sholeh/wali baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal”.
Al Imam Al Habib ‘Ali bin Muhammad al Habsyi, Shohibul Maulid Simthud Duror berkata:
Al Habib Ahmad ibn Hasan al Atthas berkata, “Sepatutnya seseorang memiliki tali hubungan dengan orang sholeh/wali baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal”.
Al Imam Al Habib ‘Ali bin Muhammad al Habsyi, Shohibul Maulid Simthud Duror berkata:
“Siapa orang yang tidak pernah duduk dengan orang arif (sholeh) maka kehidupannya akan terlewat dengan sia-sia dan ia terhitung sebagai orang yang merugi”.
Lalu bagaimana cara kita menjalin hubungan dengan orang sholeh/wali…?
Al Habib Umar bin Hafizd berkata bahwa Al Imam Al Habib Ahmad wali ibn Hasan al Atthas menyebutkan :
Jika seseorang menyebut nama orang sholeh/wali maka jarak antara ia dengan orang sholeh/wali tersebut semakin dekat.
Al Habib Umar ibn Hafizh berkata, “Orang yang menyebut nama orang sholeh/wali itu seperti orang yang menelpon. Contohnya ketika kita memencet nomor telpon maka akan berdering pada nomer yang kita tuju. Begitu juga ketika kita sebut nama orang sholeh/wali maka akan berdering di sisi orang sholeh/wali tersebut”.
Siapa orang yang membaca wirid / kitab orang sholeh ketahuilah bahwa orang sholeh tersebut hadir. Jika kita sering menyebut nama orang sholeh maka sirr orang tersebut akan melekat pada wajah kita.
Wallahu A’lam.
Sumber :Kisah Teladan Islami
Related Posts:
Hikmah Kisah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)













0 komentar: