Ad 468 X 60

.
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Wednesday, April 1, 2020

PATUTKAH BERGEMBIRA ATAS MUSIBAH YANG MENIMPA KAUM KAFIR?



Oleh: Sayyid Hamid bin Umar bin Hafizh

Terlalu mengagungkan dan mendewakan Barat adalah hal yang jelas kita tolak, namun bergembira akan kehancuran dan derita mereka adalah hal yang sama berbahayanya. Ghiroh kita terhadap agama seringkali mendorong kita untuk melakukan reaksi heroik yang berlebihan, yang bahkan membuat kita kehilangan cahaya kasih sayang Nabi Muhammad yang selalu bersedih ketika ada nyawa yang 'terlepas' ke neraka (karena belum mendapat hidayah), dan tak pernah bergembira atas derita yang dirasakan oleh orang lain (siapapun itu).

Read More »

Wednesday, December 4, 2019

Gus Baha Ungkap Sisi Manusia Biasa Nabi Muhammad

 
Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang agung nan luhur budi pekertinya. Tak ada sesiapa yang menyangkalnya. Namun, tak sedikit yang kerap lupa bahwa Nabi Muhammad juga memiliki sifat jaiz sebagaimana layaknya manusia pada umumnya. KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dalam suatu pengajiannya pernah menceritakan Nabi Muhammad SAW pernah lupa. Hal itu terjadi saat shalat zuhur. Ketika itu, Nabi hanya melaksanakan shalat zuhur dua rakaat dan langsung menyelesaikan ibadahnya.

Read More »

Thursday, October 24, 2019

Sayyidina Ali Bin Abu Tholib dan Seorang Tua Nasrani

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setiap pagi dan sore Allah SWT selalu memandang wajah orang yang sudah tua, kemudian Allah SWT berfirman: Wahai hamba-Ku, semakin tua usiamu, semakin keriput kulitmu, semakin lemah tulangmu, semakin dekat ajalmu, semakin dekat pula engkau bertemu dengan-Ku. Malulah karena-Ku, karena Aku pun malu melihat ketuaanmu, dan Aku pun malu menyiksamu di dalam neraka.


Dikisahkan bahwa pada suatu ketika Sayyidina Ali sedang tergesa-gesa berjalan menuju masjid untuk melakukan jamaah shubuh. Akan tetapi dalam perjalanan di depan beliau ada seorang kakek tua yang berjalan dengan tenang. Kemudian Sayyidina Ali memperlambat langkah kaki tidak mendahuluinya karena memuliakan dan menghormati kakek tua tersebut. Hingga hampir mendekati waktu terbit matahari barulah beliau sampai dekat pintu masjid. Dan ternyata kakek tua tersebut berjalan terus tidak masuk ke dalam masjid, yang kemudian Sayyidina Ali akhirnya mengetahui bahwa kakek tua tersebut adalah seorang Nasrani.

Read More »

Friday, February 15, 2019

KISAH NYATA DIALAMI HABIB ALI HABSYI

 
Diceritakan oleh al-Habib Abdullah ibn Abdulqadir ibn Muhammad ibn al-Imam al-Habib Ali ibn Muhammad ibn Husain al-Habsyi (cicit dari Shahibul Maulid) saat mauidzhah pada rutinan Maulid Habsyi Jum'at Legi di Masjid ar-Riyadh Solo tadi malam, bahwa dahulu al-Habib Ali al-Habsyi pernah menghadiri ziarah di makam Nabi Hud as.

Read More »

Friday, January 18, 2019

Beda LHOO.. : Wa‘alaikumussalam dan Wa‘alaikum Salam

“Kalau menjawab salam, jawablah dengan kalimat wa’alaikumussalâm, jangan wa’alaikum salam.” Demikian Kiai Subhan Makmun mengajarkan kepada peserta kajian kitab Tafsîr Al-Munîr di Masjid Al-Mukarromah komplek Islamic Center Brebes, Ahad, 13/01.


Rais Syuriyah PBNU ini menyampaikan hal tersebut di sela-sela menjelaskan penafsiran Surat An-Nisa ayat 86 yang menuturkan wa idzâ huyyîtum bi tahiyyatin fa hayyû bi ahsana minhâ aw ruddûhâ (bila kalian diberi penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau dengan yang sepadannya).

Read More »

Saturday, December 22, 2018

Ketika Habib Ali Al-Jufri menyesal gara-gara poligami

" Saya berpoligami.. dan saya menyesal telah berpoligami.. " begitulah pengakuan Habib Ali Al-Jufri ketika berdialog dengan para aktivis wanita Mesir dalam acara 'Momkeen' yang ditayangkan secara live di stasiun TV CBC.


" Kenapa saya merasa perlu menceritakan pengamalan pribadi saya ini ? Karena saya rasa ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan 'hanya' menyebutkan dalil-dalil dan pendapat para ulama.."

" Saya bukannya menafikan ada sebagian praktek poligami yang bisa berdampak positif, hanya saja 'nafsu' ini.. jika ia sudah terlanjur menginginkan sesuatu maka ia akan mencari-cari ribuan dalil dan alasan untuk membenarkan kemauannya. Ia akan mencari 'tameng' sehingga seakan-akan apa yang ia lakukan adalah hal suci nan mulia, padahal tujuan utama 'nafsu' ini adalah memuaskan keinginan pribadi. "

Read More »

Saturday, October 13, 2018

"NIAT Untuk MENIKAH"


Oleh : Al Habib Ali bin Abu Bakar Assakran
Pernikahan dalam islam bukanlah hanya sesuatu yang sakral, namun juga sebagai penyempurna agama. Karena itu bagi mereka yang sudah siap untuj menikah perlu meluruskan tujuan atau niat menikah supaya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah seperti yang dicontohkan RASULULLAH SAW

ﻧِﻴَّﺎﺕُ ﺍﻟﺘَّﺰْﻭِﻳْﺞِ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﺎﺭﻑ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﺍﻟﺴﻜﺮﺍﻥ ﺑﻦ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺴﻘﺎﻑ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﺃﺭﺿﺎﻫﻢ ﻭﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﻬﻢ ﻭﺑﻌﻠﻮﻣﻬﻢ ﻭﺑﻌﻠﻮﻡ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻷﻭﻟﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺍﺭﻳﻦ ﺁﻣﻴﻦ

Niat Menikah Susunan Al Habib Ali bin Abubakar As-Sakron bin Al-Habib Abdurraahman Assaggaf

Read More »

Wednesday, October 10, 2018

Shalat Sunnah Isyraq Setara dengan Pahala Haji

Shalat Isyraq adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari meninggi setinggi tombak. Kata Isyraq sendiri memiliki arti terbit. Maksudnya adalah waktu shalat tersebut tatkala matahari terbit. Sampai di sini, shalat Isyraq sama dengan shalat Dluha.

Akan tetapi, shalat Isyraq memiliki keutamaan tersendiri, yang berbeda dengan keutamaan shalat Dhuha. Keutamaan shalat Isyraq ini pun juga sudah mendapat legitimasi dari kanjeng Nabi melalui sabdanya:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهُ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ (رواه الترمذي)

“Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda: siapa saja yang melaksanakan shalat subuh, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka pahala shalatnya setara dengan pahala Haji dan Umrah yang sempurna (diulang tiga kali).” (HR. Tirmidzi).

Read More »

Sunday, August 26, 2018

Taukah Antum ,Dimana JIN Bertempat Tinggal ?

Peruqyah Takfiri ; 

Kalau Jin tidak bertempat di Kaligrafi, lalu Jin Itu bertempat dan bersarang dimana Ya Akhi?

Peruqyah Aswaja ; 

Begini, Hakikatnya jin berada hampir di semua tempat, manusia hanya menghuni sebagian kecil permukaan Bumi yang merupakan daratan. Lautan dan samudra yang saat ini merupakan bagian terbesar dari Planet Bumi. Dengan perbandingan 72% berupa lautan dan hanya 28% saja yang terdiri dari daratan yang menyebabkan Bumi kita ini disebut dengan Planet Air. Sementara itu, Jin telah menghuni dan mendirikan sebagian besar kota-kota serta pusat-pusat pemerintahan atau kerajaan-nya mereka di atas air. Walaupun ada pula yang dibangun pada samudra yang dalam dan sungai-sungai. Selain itu, mereka juga menghuni padang-padang pasir yang luas dan tempat-tempat terpencil (gunung-gunung maupun jurang-jurangnya), termasuk pula gua dan hutan. Bahkan ada sebagian diantara mereka yang tinggal di atap dan kamar tempat tinggal manusia. Yang lain lagi, menjadikan rumah kita sebagai tempat tinggalnya yang tetap, baik di kamar maupun lorong rumah manusia bahkan mereka mampu bersarang ditubuh manusia. Banyak pula setan yang bertempat tinggal di kamar mandi, comberan, dan selokan-selokan. Adapun untuk pembahasan tempat tinggal atau tempat bersarang bangsa jin akan dijelaskan menjadi 2 bagian ;

Read More »

Tuesday, August 7, 2018

Ruqyah Anak yang Masih Nakal

Setiapkali anak kita tidur, kita ambil Wudhu',

- Baca Basmallaah (19x),

- Baca Sholawat Bebas (11x),

- Pegang dada sebelah kiri anak dengan telapak tangan kanan kita selaku orang tuanya.

Lalu baca Surah Al-Insyiroh 3x dengan Khusyu', syukur² diresapi artinya.
{ Niatkan Pahalanya untuk dihadiahkan kepada Kanjeng Nabi }

Read More »

"Tartib Al Fatehah Saat Meminum Kopi"


Oleh Al Barokah Al Habib Husein Bin Abdullah Assegaf (Gresik).


Sayyid Ahmad Bin Ali Bahr Al Qadimi bertemu dengan Nabi muhammad SAW dalam keadaan terjaga, ia berkata pada nabi saw: " wahai rosulullah aku ingin mendengar hadits darimu tanpa perantara", Nabi muhammad saw kemudian bersabda: "Aku akan memberimu 3 hadits ;

1.Selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya dimulut seseorang maka selama itu pula malaikat akan beristighfar [meminta ampun] untukmu.

2.Barangsiapa yang menyimpan tasbih untuk dibuat Berdzikir maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang banyak berdzikir, baik ia menggunakan tasbihnya atau tidak.

Read More »

Sunday, July 1, 2018

KERINGAT DZURIYYAH

Di Jawa Timur ada Kiai namanya Kiyai Moh. Hasan. Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo. Beliau itu termasuk wali Allah yang luar biasa. Kalau beliau mau kedatangan Ahli Bait, keturunan nabi, Habib, beliau lari menjemput sambil berkata ada raihatul musthafa, ada bau harum badan Rasulullah Saw. Padahal kuturunan nabi itu entah baru sampai dimana.

Diantara Karamahnya. Suatu ketika, saat ada seorang haji mau sowan kepada Kiai Hasan. Pak haji ini menyewa mobil, kebetulan yang jadi sopirnya Ahli Bait (Habib/Syarif). Cuma haji ini tidak tahu kalau itu adalah Ahli Bait.

Di dalemnya, Kiai Hasan bilang sama anak-anaknya: tolong kamar tidur dirapikan kita mau kedatangan Habib. Habibnya siapa? Tanya putra kiai Hasan. Nanti saya tunjukan kalau sudah datang, jawab kiai Hasan.

Read More »

Thursday, May 31, 2018

RAMADHAN BAGI SAYYIDINA HASAN BIN ALI ABI THALIB RA

Hasan bin Ali bin Abi Thalib, putra pertama Sayyidina Ali, hampir setiap hari di bulan Ramadhan, menghidangkan makanan bagi orang miskin untuk berbuka. Beliau melayani dan mengatur makanan yang diberikan pada para tamunya, untuk segenap orang miskin yang berada di Madinah kala itu.

Sebegitu populernya acara tersebut sampai hampir seluruh masyarakat yang ada tahu bahwa bila ingin berbuka dan menikmati makanan nikmat mereka boleh ke tempat Hasan bin Ali.

Semakin hari semakin banyak orang datang, dan walaupun demikian makanan yang disiapkan selalu mencukupi untuk semua tamu.

Read More »

Tuesday, May 22, 2018

KEDAHSYATAN SHALAWAT NARIYAH

Suatu malam, saya dikejutkan dengan suara telpon dengan berita yang sangat mengagetkan. Seorang sahabat lama mengadukan tentang masalah yang sedang dihadapinya. Ingin rasanya segera menghentikan pembicaraannya, karena saya ikut merasakan deritanya yang begitu dahsyat. Sebagai sahabat yang baik, saya harus menjadi pendengar yang baik pula.

Dia bukanlah seorang yang buta dalam masalah agama. Pendidikannya pun cukup tinggi. Bahkan, ekonomi keluarganya dahulu, jauh di atas rata-rata teman SMA kami. Namun, takdir membawanya lain. Allahlah yang telah menentukan urut takdir bagi setiap hamba-Nya. Sebut saja, nama sahabatku ini adalah Karim. Seorang yang berumur 40-an tahun, memiliki seorang istri dan 3 orang anak. Usahanya bangkrut sejak 2 tahun lalu. Istrinya meninggal dunia karena kanker payudara. Sedangkan, anak lelaki terakhirnya, meninggal dunia dalam pelukannya di atas motor dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Kini, dia tinggal di daerah padat penduduk di bilangan Jakarta Timur. Dia menyewa rumah petakan di dekat pasar Prumpum, di dekat pekuburan, di tepi sebuah sungai yang kumuh.

Read More »

Saturday, April 28, 2018

Sebelas Rumus dari Gus Mus Untuk Pendidikan

1) Dulu, pesantren lebih mengedepankan unsur pendidikan (tarbiyah) ketimbang pengajaran (ta’lim)-nya. Sekarang kondisinya berbalik 180 derajat. Madrasah tambah mentereng, pesantren kian menjulang. Tapi banyak kiainya yang nganggur.


2) Jika hendak mengembalikan marwah pesantren kembali ke puncak kejayaannya, kiai sekarang perlu berjihad keras untuk mencapai taraf keikhlasan kiai-kiai tempo dulu. Sekarang: di mana ada kiai mandiri? Kiai sekarang ahli proposal semua.

Read More »

Wednesday, April 11, 2018

Kapan Tulisan Alquran Akan Hilang?

Oleh : ( Guru Mulia Al Alim Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Bin Syech Abu bakar bin Salim )

Nanti di akhir zaman ada suatu hari, disaat orang-orang bangun pukul 6 pagi atau setengah 6 pagi.
Hari itu gelap seperti malam.
Seperti apa malam itu gelapnya, seperti itu juga gelapnya di setengah 6 pagi itu.
Orang-orang berfikir apakah ini gerhana atau hari mendung akan turun hujan ? 
Kemudian orang-orang tak memperdulikannya.
Sampai pukul 7 pagi, matahari tak kunjung terlihat.
Hingga pukul 12 siang, langit masih saja gelap.

Read More »

Tuesday, April 10, 2018

NABI MUSA MENDAPAT WAHYU DARI ALLAH SWT, BAHWA ORANG YANG SHOLEH TEMPATNYA DI NERAKA DAN SI PEMABUK BERADA DI SURGA...

Pada suatu ketika, Nabi Musa As akan menemui Allah Swt di Bukit Sinai... Ada seorang yang sangat Sholeh mengetahui hal tersebut dan mendatangi Nabi Musa, dia berkata
: “Wahai Nabi Allah, selama hidup ini aku telah berusaha menjadi orang yanga baik dengan Shalat, Puasa, dan kewajiban Agama lainnya dan aku banyak Bermujahadah, namun itu tak jadi masalah...Sekarang aku hanya ingin tahu apa yang Allah akan berikan kepadaku nanti...Tolong tanyakan kepadaNya”.

Nabi Musa bersedia memenuhi permintaan orang Sholeh tersebut, lalu meneruskan perjalanan menuju Bukit Sinai.

Read More »

Saturday, March 3, 2018

Senag dan Ridho dengan Takdir Allah SWT

Syaikh Abdul Qodir Jaelani mengatakan: "Orang yang benar (Shiddiq) menghabiskan waktunya dengan memperbanyak amal ibadah dan bersyukur kepada Allah, karena itulah satu-satunya pintu untuk mendekatkan diri (taqarrub). Mereka terus beribadah dan bersyukur kepada Allah, serta patuh atas segala perintah-Nya sebagai rasa syukur terhadap rahmat yang dikaruniakan Allah kepada mereka. Wahai anak muda!

Read More »

Sunday, January 28, 2018

KH. Raden Asnawi dan Sholawat Masyhurnya.

Beliau lahir di kampung Damaran, Kudus pada tahun 1861, wafat tahun 1959. Beliau merupakan keturunan ke-14 dari Syech Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) dan keturunan ke-5 dari KH. Mutammakin seorang Waliyullah dari Kajen, Margoyoso, Pati. Beliau juga salah satu pelopor berdirinya Jam'iyah terbesar umat islam Indonesia bahkan dunia, yaitu Nahdhatul Ulama (NU)
.
Kiprahnya tidak hanya di lingkup lokal Kota Kudus, tetapi kiprah di level nasional dan internasional. Dalam bidang karya tulis, Mbah Asnawi juga melahirkan banyak karya, diantaranya :
Fashalatan, Mu’taqad Seket, Fiqhun Nisa’ dan Syi’ir-Syi’iran Nasehat.
Yang paling khas dikenal dari karya Mbah Asnawi adalah shalawat Asnawiyyah.

Read More »

Sunday, January 21, 2018

DO'A dan Dalil Amalan Mengusap Mata Ketika Adzan

Apa sebabnya para salaf wa sholihin kita kalau mendengar adzan, sampai pada lafadz :

"ASSYHADU ANNA MUHAMMADARROSULULLAH..."

Lalu mereka mencium kedua jari jempolnya dan mengusapkan ke kelopak mata, dengan mengucapkan:

Read More »