Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Saturday, December 8, 2018
Saat Salafi Memelintir Perkataan Imam Syafi’i
Perdebatan antara kelompok Salafi dan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di antaranya berkisar pada persoalan bid’ah hasanah. Masing-masing menyuguhkan dalil dari Al-Qur’an dan hadits, bahkan kelompok Salafi tak jarang menjadikan pendapat imam mazhab sebagai bahan “memukul”. Berikut ini adalah percakapan imajiner yang sejatinya berangkat dari kasus-kasus yang umum kita jumpai. Meski imajiner, narasi dalam dialog ini memiliki valditas ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. (Redaksi)
Salafi: Orang yang mengaku bermazhab Syafi’i itu hanya mempelajari fiqih Syafi’i saja, tapi tidak mau mempelajari aqidahnya. Aqidah pengikut mazhab Syafi’i itu sudah menyimpang dari aqidah Imam Syafi’i.
Read More »
Label:
Aqidah
Wednesday, October 10, 2018
Fungsi Hujan menurut Quran
Bulan ini kota kelahiran saya mulai dilanda hujan. Meskipun cuma hujan gerimis. Sementara menurut cerita bapak mertua, di sepanjang jalan melewati Kebun Raya Purwodadi dan menuju Lawang pada 5 oktober kemarin telah diguyur hujan deras. Berbicara tentang hujan, ia merupakan kuasa-Nya Allah swt. Cukup banyak ayat dalam al-Quran yang membahas tentang fenomena hujan. “Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.” (Qs. Al-Ra’d: 12). Terkadang setelah mendung, lanjut ke proses diturunkannya air hujan. “Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.” (Qs. al-Qamar: 11).
Ketika Allah swt berkehendak menurunkan hujan, dimana pun manusia berada, akan mendapat gilirannya. “Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” (Qs. al-Furqan: 50).
Ketika Allah swt berkehendak menurunkan hujan, dimana pun manusia berada, akan mendapat gilirannya. “Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” (Qs. al-Furqan: 50).
Read More »
Label:
Aqidah
Sunday, August 26, 2018
Taukah Antum ,Dimana JIN Bertempat Tinggal ?
Kalau Jin tidak bertempat di Kaligrafi, lalu Jin Itu bertempat dan bersarang dimana Ya Akhi?
Peruqyah Aswaja ;
Begini, Hakikatnya jin berada hampir di semua tempat, manusia hanya menghuni sebagian kecil permukaan Bumi yang merupakan daratan. Lautan dan samudra yang saat ini merupakan bagian terbesar dari Planet Bumi. Dengan perbandingan 72% berupa lautan dan hanya 28% saja yang terdiri dari daratan yang menyebabkan Bumi kita ini disebut dengan Planet Air. Sementara itu, Jin telah menghuni dan mendirikan sebagian besar kota-kota serta pusat-pusat pemerintahan atau kerajaan-nya mereka di atas air. Walaupun ada pula yang dibangun pada samudra yang dalam dan sungai-sungai. Selain itu, mereka juga menghuni padang-padang pasir yang luas dan tempat-tempat terpencil (gunung-gunung maupun jurang-jurangnya), termasuk pula gua dan hutan. Bahkan ada sebagian diantara mereka yang tinggal di atap dan kamar tempat tinggal manusia. Yang lain lagi, menjadikan rumah kita sebagai tempat tinggalnya yang tetap, baik di kamar maupun lorong rumah manusia bahkan mereka mampu bersarang ditubuh manusia. Banyak pula setan yang bertempat tinggal di kamar mandi, comberan, dan selokan-selokan. Adapun untuk pembahasan tempat tinggal atau tempat bersarang bangsa jin akan dijelaskan menjadi 2 bagian ;
Read More »
Label:
Aqidah,
Hikmah
MENJAWAB OCEHAN SAMPAH PERDANA AHMAD LAKONI PART 3
Ocehan sampah PAL berikutnya yang ditujukan kepada Ruqyah Aswaja adalah Memperbolehkan memakai ilmu hikmah yang didapat dari ritual puasa mutih, pati geni, merapal wirid ribuan kali.
Saya jawab :
Saya sebagai pembimbing Keluarga Besar Ruqyah Aswaja, tidak paham apa itu ilmu hikmah seperti yang anda maksudkan. Jika yang anda maksudkan suatu ritual amaliah atau qawliyyah dengan tujuan kesaktian, maka anda perlu tahu ini dari sekarang, bahwa guru-guru Aswaja kami dari kalangan habaib dan kyai sangat melarang ritual yang diniatkan memperoleh kesaktian atau khoriqul adah. Bahkan menjadi pelajaran kurikulum kami semua di pesantren-pesantren salaf terkait hal ini. Habib Abdullah Al-Haddad (yang rotibul Haddadnya dibaca rutin oleh Habib Rizieq dan para ulama Aswaja lainnya) mengatakan :
Read More »
Label:
Aqidah
Saturday, August 25, 2018
MENJAWAB OCEHAN SAMPAH PERDANA AHMAD LAKONI PART 2
Mereka yang memulai lebih dahulu dengan ucapan-ucapan profokasi dan fitnah tanpa mau tabayyun mendatang kami terlebih dahulu. Sangat males meladeni mereka hanya untuk membantah perkara-perkara yang sebenarnya sudah dibahas tuntas oleh para ulama kita sebelumnya, dan sekarang dibuat isyu kembali lagi oleh orang yang mungkin puber dalam masalah ruqyah.
Fitnahah demi fitnahan mereka lontarkan kepada kami di zaman yang memeang sedang kalut dengan fitnah lahir dan batin ini, bukan mempererat ukhuwwah dan persatuan justru menambah fitnahan dan permusuhan, kok hoby sekali ngajak bermusuhan...situ sehat?
Fitnahan berikutnya yang dilontarkan Perdana Ahmad Lakoni (PAL) kepada Ruqyah Aswaja adalah “ Memperbolehkan pake azimat, wifiq, aufaq dan rajah “.
Read More »
Label:
Amalan,
Aqidah
Friday, August 24, 2018
Kisah Insyafnya Pengikut Faham Manhaj Salafy Wahabi.
Bi barokatil turab fi maqomil Al Mustafa Habibina Muhammad ibni Abdillah Sholallahu 'Alayhi Wassalam" Suatu ketika Rasulullah Saw diminta sahabat untuk mengobati penyakit yang diderita. Kemudian Beliau Saw Menjilat telunjuk Tangannya lalu Menekannya ke Tanah danmengusap-usapkan Telunjuk Beliau ke bagian Tubuh sahabat yang sakit, dengan membaca Doa:
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺮﺑﺔ ﺃﺭﺿﻨﺎ ﺑﺮﻳﻘﺔ ﺑﻌﻀﻨﺎ ﻟﻴﺸﻔﻰ ﺑﻪ ﺳﻘﻴﻤﻨﺎ ﺑﺈﺫﻥ ﺭﺑّﻨﺎ"
Dengan menyebut Asma Allah, Tanah Bumi kami, dengan Air Ludah sebagian kami, agar disembuhkan dengannya orang sakit kami, dengan Izin Tuhan kami".
(HR Bukhari Muslim, Shahih Muslim: Imam Muslim an-Naysaburi).
Read More »
Label:
Aqidah
Wednesday, August 8, 2018
Mohon berhati -hati dalam menafsirkan alQur'an.
Ustadz...
Mohon berhati-hati dalam menafsirkan alQur'an.
Riwayat Hadist:
"Jika suatu perkara ditangani oleh yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran"
Sangat disayangkan taushiah dlm video ini setelah terajutnya ukhuwwah persaudaraan dibumi Nusantara kita.
Semoga Allah mengampuni.
Read More »
Label:
Aqidah
Tuesday, August 7, 2018
Ruqyah Anak yang Masih Nakal
Setiapkali anak kita tidur, kita ambil Wudhu',
- Baca Basmallaah (19x),
- Baca Sholawat Bebas (11x),
- Pegang dada sebelah kiri anak dengan telapak tangan kanan kita selaku orang tuanya.
Lalu baca Surah Al-Insyiroh 3x dengan Khusyu', syukur² diresapi artinya.
{ Niatkan Pahalanya untuk dihadiahkan kepada Kanjeng Nabi }
- Baca Basmallaah (19x),
- Baca Sholawat Bebas (11x),
- Pegang dada sebelah kiri anak dengan telapak tangan kanan kita selaku orang tuanya.
Lalu baca Surah Al-Insyiroh 3x dengan Khusyu', syukur² diresapi artinya.
{ Niatkan Pahalanya untuk dihadiahkan kepada Kanjeng Nabi }
Read More »
Label:
Aqidah,
Hikmah
Bid'ah kah,Talqin Mayit ?
﷽_____
TALQIN MAYYIT .
Ibn Hajar berkata :
Riwayat Imam at-thabrani dari abu ummah ia Berkata :
Bila aku mati , maka lakukan lah terhadap ku sebagaimana Rosulullah ﷺ memerintah kan kami melakukan nya terhadap orang yang mati di antara kami .
Rosulullah ﷺ memerintah kan kami seraya berkata :
" Apabila salah seorang saudara kamu mati, lalu kamu ratakan tanah kubur nya , hendak lah seseorang berdiri di sisi kepala kubur nya seraya mengucap kan :
Read More »
Label:
Aqidah,
Fiqih
Saturday, April 28, 2018
Membaca Quran di atas Kubur Apakah Muysrik dan Kufur?
Moco Qur'an Neng Nduwur Qubur: Jare Sopo Muysrik lan Kufur?
1. Khataman di Makam Abu al-‘Ala’
وَقَالَ السَّلَفِي وَسَمِعْتُ أَبَا الْمَكَارِمِ بِأَبْهَرَ وَكَانَ مِنْ أَفْرَادِ الزَّمَانِ ثِقَةً مَالِكِيَ الْمَذْهَبِ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ أَبُوْ الْعَلاَءِ اجْتَمَعَ عَلَى قَبْرِهِ ثَمَانُوْنَ شَاعِرًاً وَخُتِمَ فِي أُسْبُوْعٍ وَاحِدٍ عِنْدَ الْقَبْرِ مِائَتَا خَتْمَةٍ (لسان الميزان – ج 1 / ص 85)
“as-Salafi berkata: Saya mendengar Abu Makarim di Abhar, ia termasuk individu masa yang terpercaya, bermadzhab Maliki, ia berkata: Ketika Abu al-Ala’ wafat maka 80 penyair berkumpul di makamnya dan mengkhatamkan al-Quran selama sepekan sebanyak 200 kali khataman” (al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisan al-Mizan 1/85)
1. Khataman di Makam Abu al-‘Ala’
وَقَالَ السَّلَفِي وَسَمِعْتُ أَبَا الْمَكَارِمِ بِأَبْهَرَ وَكَانَ مِنْ أَفْرَادِ الزَّمَانِ ثِقَةً مَالِكِيَ الْمَذْهَبِ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ أَبُوْ الْعَلاَءِ اجْتَمَعَ عَلَى قَبْرِهِ ثَمَانُوْنَ شَاعِرًاً وَخُتِمَ فِي أُسْبُوْعٍ وَاحِدٍ عِنْدَ الْقَبْرِ مِائَتَا خَتْمَةٍ (لسان الميزان – ج 1 / ص 85)
“as-Salafi berkata: Saya mendengar Abu Makarim di Abhar, ia termasuk individu masa yang terpercaya, bermadzhab Maliki, ia berkata: Ketika Abu al-Ala’ wafat maka 80 penyair berkumpul di makamnya dan mengkhatamkan al-Quran selama sepekan sebanyak 200 kali khataman” (al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Lisan al-Mizan 1/85)
Read More »
Label:
Aqidah,
Kajian
Friday, December 22, 2017
Hari Ibu Menyerupai Orang Kafir?

Dalam banyak hal kita memang diperintahkan oleh Nabi kita, Sayidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam agar tidak sama dengan orang di luar agama kita, khususnya Yahudi dan Nasrani. Misalkan masalah Salam seperti dalam hadis berikut:
«ﻟﻴﺲ ﻣﻨﺎ ﻣﻦ ﺗﺸﺒﻪ ﺑﻐﻴﺮﻧﺎ، ﻻ ﺗﺸﺒﻬﻮا ﺑﺎﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﻻ ﺑﺎﻟﻨﺼﺎﺭﻯ، ﻓﺈﻥ ﺗﺴﻠﻴﻢ اﻟﻴﻬﻮﺩ اﻹﺷﺎﺭﺓ ﺑﺎﻷﺻﺎﺑﻊ، ﻭﺗﺴﻠﻴﻢ اﻟﻨﺼﺎﺭﻯ اﻹﺷﺎﺭﺓ ﺑﺎﻷﻛﻒ»
"Orang yang menyerupai dengan selain kami bukanlah termasuk golongan kami. Janganlah kalian menyerupai Yahudi dan Nasrani. Salam orang Yahudi adalah dengan isyarat jari. Dan salam orang Nasrani adalah isyarat dengan telapak tangan" (HR Tirmidzi)
"Orang yang menyerupai dengan selain kami bukanlah termasuk golongan kami. Janganlah kalian menyerupai Yahudi dan Nasrani. Salam orang Yahudi adalah dengan isyarat jari. Dan salam orang Nasrani adalah isyarat dengan telapak tangan" (HR Tirmidzi)
Read More »
Label:
Aqidah,
Kajian
Tuesday, October 24, 2017
Allah Ada di Mana, Apakah Allah Berada di Langit?
Kali ini ustadz Anshori Dahlan menjelaskan ayat-ayat Al Qur’an Soal Keberadaan Allah. Apakah Allah Berada di Langit, di Arsy atau Allah ada di mana? Ayo kita ikuti penjelasannya sebagai berikut. Semoga kita memperoleh pemahaman terkait keberadaan Allah yang menurut "mereka" bahwa Allah berada di langit ….
Read More »
Label:
Aqidah
Thursday, September 7, 2017
Aqidah Sifat 20, Ajaran Aqidah Ahlusunnah Waljama’ah
Sifat 20 Adalah Aqidah Islam yang diwarisi dari ajaran Rasulullah Muhammad Saw. Ajaran aqidah sifat 20 terkait erat dengan aqidah Ahlussunnah Waljama’ah. Di kalangan para pengikut Salafy (Wahabi), Sifat 20 selalu diisukan sebagai aqidah sesat. Mereka menyebut penganut aqidah sifat 20 sebagai golongan sesat masuk neraka. Tanpa malu-malu mereka menjuluki kaum Ahlussunnah Waljama’ah sebagai Asysya’iroh / Asy’ariyyun, sebagai julukan bernada sinis.
Read More »
Label:
Aqidah
INILAH KAUM AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH.
KAUM AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH ADALAH KAUM ASY’ARIYYAH DAN MATURIDIYYAH, Waspada…. Wahabi bukan Ahlussunnah; tapi mereka Ahluttasybih, kaum yang menyerupakan Allah dengan makhluk.Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
وَإنّ هذِه الِملّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ، ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الجَنّةِ وَهِيَ الجَمَاعَة (رَواه أبُو دَاوُد)
“Dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 di antaranya di dalam neraka, dan hanya satu di dalam surga yaitu al-Jama’ah”. (HR. Abu Dawud).
Read More »
Label:
Aqidah
DI ANTARA BUKTI KEBENARAN AKIDAH ASY’ARIYYAH
Akidah Asy’ariyyah adalah terbukti secara kuat sebagai perwujudan dari akidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Banyak sekali bukti-bukti tekstual, baik dari al-Qur’an maupun dari hadits, memberikan isyarat akan kebenaran akidah Asy’ariyyah sebagai akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Oleh karena sangat banyak, maka kita tidak hendak mengutip semuanya, namun paling tidak beberapa yang akan kita sebutkan di bawah ini adalah sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang memegang teguh akidah Asy’ariyyah bahwa mereka berada di dalam kebenaran.
Read More »
Label:
Aqidah
Tuesday, September 5, 2017
Orang Yang Telah Meninggal Dapat Merasa Dan Mendengar
Apakah orang-orang yang telah meninggal itu dapat merasa dan mendengar? Apa yang harus diperbuat dan di katakan kepada mereka?Ya, orang-orang yang telah meninggal itu dapat merasa dan dapat mendengar. Karena itu, Nabi ﷺ mensyariatkan ziarah kubur dan mengucapkan salam kepada ahli kubur dengan ungkapan bentuk langsung (khitab), dan beliau sendiri sering menziarahi ahli Baqi' dengan mengucapkan:
*ٱلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاۤءَ ٱللهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ اَنْتُمْ لَنَا فُرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ.*
"Keselamatan dari الله mudah-mudahan di limpahkan kepada kamu semua penduduk kawasan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya kami akan menyusul kamu semua, jika الله sudah menghendaki. Kamu semua mendahului kami dan kami akan menyusul kamu."
Read More »
Label:
Aqidah,
Hikmah
Wednesday, August 16, 2017
HAKIKAT SYUKUR MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dalam pandangan ahli hakikat, syukur adalah mengakui nikmat yang diberikan oleh Sang Pemberi nikmat secara khusus. Allah menyebut diri-Nya sebagai “Yang Maha Mensyukuri” (Asy-Syakur) dalam arti yang meluas. Maksudnya, Dia akan membalas para hamba atas syukur mereka. Membalas syukur juga disebut sebagai syukur.
Ada pula ahli hakikat yang mengatakan bahwa hakikat syukur adalah memuji orang yang telah berbaik hati memberi (al-muhsin) dengan mengingat-ingat kebaikannya. Syukur hamba kepada Allah berarti memuji-Nya dengan mengingat-ingat kebaikan yang Dia berikan. Sedangkan syukur Allah kepada para hamba adalah pujian-Nya atas si hamba dengan menyebut (menyanjung) kebaikannya.
Ada pula ahli hakikat yang mengatakan bahwa hakikat syukur adalah memuji orang yang telah berbaik hati memberi (al-muhsin) dengan mengingat-ingat kebaikannya. Syukur hamba kepada Allah berarti memuji-Nya dengan mengingat-ingat kebaikan yang Dia berikan. Sedangkan syukur Allah kepada para hamba adalah pujian-Nya atas si hamba dengan menyebut (menyanjung) kebaikannya.
Read More »
Label:
Aqidah,
Hikmah
Sunday, August 13, 2017
Kembali kepada Madzhab atau Kembali Quran Hadits ?
Oleh : Buya SoniMelihat pertanyaan diatas, layaknya kita mendengar pertanyaan semacam :
"Kalau sakit, pergi ke dokter atau langsung buka buku kesehatan ?"
"Naik bis, percaya dengan sopir atau 'cerewet' dengan bermodal peta ?"
Sama juga jika ada yang mengatakan
"JANGAN PERCAYA KYAI ! JANGAN PERCAYA HABIB ! KEMBALILAH kepada QURAN dan HADITS ! Siapapun yang ngomong, asalkan yang diomongkan adalah QURAN dan HADITS, maka PASTI BENAR !"
Read More »
Label:
Aqidah,
Fiqih
Sunday, April 30, 2017
Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Ilmu Tauhid ( 1 )
Di dalam mempelajari Ilmu Tauhid atau aqidah, madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) menggunakan dalil nadli dan aqli. Dalil naqli ialah dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dan dalil Aqli ialah dalil yang berdasarkan akan pikiran yang sehat.
Sebagaimana dikemukakan bahwa madzhab Mu’tazilah mengutamakan dalil akal dari pada dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berani menafsirkan Al-Qur’an menurut akal mereka, sehingga ayat-ayat Al-Qur’an disesuaikan dengan akal mereka. Apabila ada hadits yang bertentangan dengan akal, mereka ditinggalkan itu dan mereka berpegang kepada akal pikirannya. Ini merupakan suatu these (aksi) yang akhirnya menimbulkan antithesa (reaksi) yang disebut golongan Ahlul Atsar (أهل الأثار)
<>
Cara berpikir Ahlul Atsar adalah kebalikan cara berpikir golongan Mu’tazilah. Ahlul Atsar hanya berpegangan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka tidak berani menafsirkan Al-Qur’an menurut akal, karena khawatir takut keliru, khususnya dalam ayat-ayat Al-Mutasyabihaat mereka menyerahkan maknanya kepada Allah SWT.
Sebagaimana dikemukakan bahwa madzhab Mu’tazilah mengutamakan dalil akal dari pada dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berani menafsirkan Al-Qur’an menurut akal mereka, sehingga ayat-ayat Al-Qur’an disesuaikan dengan akal mereka. Apabila ada hadits yang bertentangan dengan akal, mereka ditinggalkan itu dan mereka berpegang kepada akal pikirannya. Ini merupakan suatu these (aksi) yang akhirnya menimbulkan antithesa (reaksi) yang disebut golongan Ahlul Atsar (أهل الأثار)
<>
Cara berpikir Ahlul Atsar adalah kebalikan cara berpikir golongan Mu’tazilah. Ahlul Atsar hanya berpegangan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka tidak berani menafsirkan Al-Qur’an menurut akal, karena khawatir takut keliru, khususnya dalam ayat-ayat Al-Mutasyabihaat mereka menyerahkan maknanya kepada Allah SWT.
Read More »
Label:
Aqidah
Friday, January 27, 2017
Kjian Kitab AQIDATUL AWAM [1]
Kitab Nazhom Aqidatul Awam adalah kitab mengenai aqidah yang terkenal yang mengikut madzhab aqidah Imam Abu Hasan al-Asy’ari. Kitab ini walaupun kecil ukurannya tetapi mencakupi hampir keseluruhan permasalahan ilmu akidah. Kitab ini karangan Syech Ahmad Marzuqi bermula dari mimpi Syech Ahmad Marzuqi pada malam jumat pertama di bulan Rajab tahun 1258 yang bertemu dengan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, dalam mimpi tersebut Rosululloh SAW berkata kepada Syech Ahmad al marzuqi “Tulislah Nadzhom Tauhid “ Barang siapa yang menghafalnya dia akan masuk kedalam surga dan mendapatkan segala macam kebaikan yang sesuai dengan Al quran dan Sunnah .” Syech Ahmad marzuqi pun bingung dan bertanya kepada Rasulullah SAW ” Nadzhom apa ya Rasulullah..??. Para sahabat menjawab ” Dengarkan saja apa yang akan Rosululloh SAW ucapkan ” . Nabi Muhammad SAW berkata ” Ucapkan..
Read More »
Label:
Aqidah,
Kajian
Subscribe to:
Posts (Atom)











Semarang
